Ember-Ember Tua

Ember Mama

Kurang ingat sudah berapa tahun tepatnya, usia ember-ember ini. Saya menyebutnya ember tua. Gagangnya yang mulai tampak karatan, ada yang menggunakan tali tambang sebagai ganti gagang yang telah rusak, dan bahkan ada yang sudah sama sekali tak bergagang.

Meskipun warnanya telah usam dan penuh goresan, ember-ember tua ini masih selalu digunakan di rumah, khususnya mengangkut air, seperti yang dilakukan orang-orang di Bologna, Italia sekitar 696 tahun yang lalu. Melihat ember-ember tua kesayangan mama ini, saya pun jadi teringat dengan insiden perang ember yang melibatkan dua kota di Italia, atau dikenal dengan pertempuran Zippolino yang merupakan salah satu pertempuran yang menurut catatan adalah perang terkonyol yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia.

Ember dalam Perang Zappolino

Perang Zippolino ini bermula ketika terjadi insiden pencurian ember yang dilakukan oleh kelompok Ghibellines dari kota Modena, terhadap kelompok Guelphs dari kota Bologna sekitar bulan November tahun 1325 di Italia. Dimana sekelompok prajurit Ghibellines dari Modena dengan nekat dan angkuhnya memasuki kota Bologna, lalu mencuri ember kayu yang biasa digunakan mengambil air di sumur yang terletak di pusat kota. Perlakuan kelompok Ghibellines ini, berhasil membuat kelompok Guelphs dari Bologna naik pitam, karena menganggap insiden pencurian ember kayu tersebut sebagai upaya orang Modena untuk merendahkan martabat orang Bologna. Akhirnya karena kelompok Ghibellines dari Modena enggan mengambalikan ember kayu yang telah dicurinya, kelompok Guelphs dari Bologna pun semakin naik pitam dan mengangkat perang terhadap Modena tepat 15 November 1325 dengan mengerahkan sekitar 30 ribu prajurit jalan kaki, dan sekitar 2 ribu kavaleri (pasukan berjuda) untuk memerangi Modena.

Ya, begitulah ceritanya, dari pertempuran antar 2 kota ini membuktikan bahwa sebuah ember telah berhasil menjatuhan ribuan nyawa dalam sekejap. Saya tidak bisa menebak, bagaimana reaksi mama saya apabila ember-ember tua kesayangannya ini, saya buang atau bakar. Apakah mungkin dia juga akan mengangkat perang terhadap anak perempuan semata wayangnya ini? Lalu mengerahkan suami dan putranya untuk menyerang saya keluar dari rumah?🤣🤭

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s